Membentengi Anak dengan Akhlaq Islami
Alloh SWT berkata dalam QS al-Qalam ayat 4, “Dan sesungguhnya engkau (Muhammad), benar-benar berbudi pekerti yang luhur“.
Ayat ini menggambarkan bagaimana tingginya akhlaq nabi Muhamad saw, sampai-sampai Alloh SWT menyatakan secara spesifik dalam firman-Nya. Masyarakat dunia, tak terkecuali non-muslim, jika ia memahami kehidupan nabi Muhammad, akan mengakui begitu indahnya islam saat diterjemahkan oleh akhlaq rosululloh. Maka dari itu, tidak mengherankan jika banyak orang kafir berbondong-bondong masuk islam.
Nabi Muhammad saw pernah meramalkan, pada akhir zaman manusia akan lebih senang memelihara binatang dibandingkan anak kandungnya sendiri. Makna dari ramalan ini adalah akan datang suatu masa dimana akan hilang perhatian orang tua untuk mendidik anaknya menjadi anak yang sholeh. Orang tua lebih sibuk dengan urusannya masing-masing. Mereka merasa cukup memberikan kebutuhan fisik, pakaian dan makanan. Namun, mereka lupa mengembangkan aqidah dan akhlaq anaknya. Hal ini diumpamakan mereka lebih mencintai binatang peliharaan dibanding anak kandungnya sendiri.
Setiap hari kita disuguhkan berbagai berita perceraian banyak pasangan. Perceraian kayaknya sudah menjadi hal biasa di negeri ini. Orang sudah tidak sungkan lagi mempertontonkan dan memberitakannya ke khalayak umum. Padahal, kalau kita renungi bersama, sesungguhnya pernikahan adalah sesuatu yang LUHUR yang harus dijaga keutuhannya, guna melanjutkan keturunan dan keharmonisan kehidupan jangka panjang.
Agama Islam sangat menganjurkan setiap laki-laki dan perempuan yang telah siap lahir dan bathin untuk menyegerakan menikah. Anjuran ini sangatlah sesuai dengan fitrah manusia dan menjaga tatanan kehidupan yang harmonis dari generasi ke generasi.
Setiap orang tentu mendambakan keluarga sakinah. Saat teman atau keluarga kita menikah, biasanya kita mendo’akan agar menjadi keluarga sakinah. Lalu bagaimana agar kita bisa menggapai keluarga sakinah ??
Dalam kita suci al-Qur’an, Alloh SWT menyatakan bahwa sesungguhnya umat islam diciptakan sebagai umat yang unggul. Sejak diturunkan ke muka bumi melalui perantara Nabi Muhammad saw, Islam tumbuh secara signifikan baik dari jumlah penganut maupun wilayah penyebarannya, bahkan mampu menjadi kekuatan dunia mengalahkan peradaban Persia dan Romawi saat itu.