Hijrah dalam Perspektif al-Quran
Setiap memasuki tahun baru Islam 1 Muharam, sebagian besar umat islam khususnya di Indonesia merayakannya dengan berbagai bentuk kegiatan. Ada yang melakukan qiyamullail, pengajian bersama, berdzikir, dan lain sebagainya. Banyaknya ragam aktivitas ini, tentunya mengusik pikiran kita, apa sih sebenarnya makna dari tahun baru Islam ini? Apa esensi dari hijrah nabi dari Mekah dan Medinah yang menjadi titik tolak perhitungan kalender Islam ini?
Berdasarkan rangkaian sejarah yang menyertai peristiwa hijrah ini serta nilai-nilai yang terkandung dalam al-Quran dan hadits, proses hijrah yang sesungguhnya adalah Proses perubahan ke arah yang lebih baik. Apapun acara yang kita lakukan, yang penting esensinya menuju ke arah yang lebih baik. Momentum hijrah haruslah menjadi titik tolak menuju kehidupan yang lebih baik, baik dalam ruang lingkup pribadi, keluarga, bermasyarakat maupun bernegara.
Sebentar lagi kita menghadapi tahun baru Islam 1413 H yang bertepatan dengan tanggal 18 Desember 2009. Terkait dengan hal ini, sudah selayaknya kita sebagai umat Islam memaknai tahun baru ini sebagai momentum untuk introspeksi dan perbaikan diri di masa depan. Mari kita bertanya pada diri sendiri, apakah amalan ibadah yang telah kita lakukan selama ini sudah optimal dan sesuai dengan tuntunan Islam? Selanjutnya apa yang akan kita lakukan di masa yang akan datang agar kita menjadi lebih baik lagi.