Akhlaq Islam Sebagai Sebuah Karakter
Inti ajaran yang terkandung dalam al-Quran terdiri dari tiga elemen pokok yakni keyakinan (tauhid), tata cara (syariat) dan perilaku (akhlaq). Ketiga elemen ini merupakan kekuatan ajaran islam yang khas dan membedakan dari ajaran lainnya. Ketiga elemen ini haruslah dipahami dan dilaksanakan dengan sebaik mungkin dan terintegrasi. Pemeluk islam haruslah memiliki aqidah atau keyakinan yang kuat. Ia meyakini seyakin-yakinnya bahwa agama yang dipeluk adalah mutlak kebenarannya, yang datang dari Alloh lewat perantara nabi Muhammad saw.
Dalam keheningan malam di sebuah kawasan Puncak Bogor, berkumpullah sekitar delapun puluh orang jemaah dari suatu golongan tertentu. Mereka sedang melakukan ritual keagamaan untuk mencari jalan menuju Tuhan, di pimpin sang Iman yang sangat mereka hormati. Sang Imam berkata kepada jemaahnya, “Alloh telah memerintahkan untuk menggunduli rambut kalian dan membakar diri agar terlahir kembali sebagai bayi yang tak berdosa”.
Suatu hari seseorang bertanya kepada rosul, “Wahai rosul, apakah saya bisa masuk SURGA jika saya melakukan sholat lima waktu, berpuasa romadhan, menghalalkan yang halal, mengharamkan yang haram, serta tidak menambah atau mengurangi ajaranmu?”, rosul menjawab, “YA”.
Sesuatu yang menarik jika bicara mengenai kuburan. Betapa tidak, banyak orang terjerumus ke dalam
Ada salah satu nikmat yang sering terlupakan, padahal nikmat ini sungguh luar biasa apalagi dikaitkan dengan awal perkembangan islam. Nikmat itu berupa BANYAKNYA JUMLAH pemeluk agama islam. Secara statistik, pemeluk agama islam dewasa ini telah mencapai 20 persen dari total penduduk dunia, dan di Indonesia merupakan pemeluk mayoritas.
Dalam ajaran islam seseorang dengan apa yang dimilikinya akan dipertanyakan Alloh SWT di akhirat kelak. Manusia tidak akan bergeser dari tempatnya di hari qiamat sampai ia ditanya 4 perkara. Salah satu perkara yang ditanyakan itu ialah dari mana harta diperoleh dan ke mana harta itu digunakan.
Nabi muhammad adalah seorang pembawa risalah Alloh yang sangat mencintai umatnya. Sepanjang hidupnya ia dedikasikan untuk menyebarkan risalah Alloh kepada umat manusia, walau dihadapkan pada tantangan, cemoohan dan penderitaan.
Islam sebagai ”sistem nilai universal dan hakiki” bagi seluruh umat manusia mengajarkan nilai-nilai kebaikan guna mewujudkan tata kehidupan yang harmonis antar sesama manusia. Mengacu pada salah satu sabda Nabi Muhammad saw, setidaknya ada 7 nilai kebaikan yang menjadi hak dan kewajiban antar sesama mukmin, yakni sebagai berikut:
Sudah menjadi cita-cita setiap orang agar bisa menggapai kebahagiaan hidup di dunia maupun di akhirat. Namun tidak semua orang mengetahui dan menjalankan proses yang harus dilalui untuk menggapai tujuan itu. Untuk itu, artikel ini akan membahas Strategi Pengembangan Diri dengan memahami Hukum Sebab Akibat dan Kekekalan Energi.
Kita harus meyakini bahwa hidup di dunia ini hakekatnya adalah merantau, tidak ada sesuatu yang abadi di dalamnya. Karena kita sedang merantau, maka mau tak mau suatu saat kita akan pulang. Tempat yang permanen sudah disiapkan Alloh SWT di akhirat sana. Karena pulang adalah suatu kepastian, maka kita harus merindukan pulang dengan panggilan yang indah dari sang pencipta.