Nasehat Islam

Kumpulan Artikel Nasehat Islami

Archive for July 5th, 2009


Hidup Mulia dengan Akhlaq Islami

Akhlak-MuslimSecara garis besar pokok-pokok ajaran nabi terbagi menjadi 3 pilar yang tidak bisa dipisahkan satu sama lainnya yaitu Aqidah, Ibadah, dan Akhlaq. Terkait dengan urgensi akhlaq, Alloh SWT berfirman dalam QS al-Qolam 4, “Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang luhur”.  Begitu juga salah satu hadits berbunyi, “Orang yg terbaik diantara umatku adalah yang terbaik akhlaqnya”. Diceritakan pula dalam suatu riwayat, seorang sahabat bertanya kepada rosul, wahai rosul apa itu kebaikan dan keburukan?, rosul menjawab, kebaikan adalah akhlak yang baik, sedangkan keburukan itu adalah apa yang membuat keraguan dalam dirimu dan kamu tidak suka yang dilakukan itu diketahui orang lain. Imam Al-Ghozali berkata, memiliki akhlaq yang mulia adalah fardu ain bagi setiap orang.

(more…)

Alloh Bersama Orang Taqwa dan Berbuat Kebaikan

berbuat kebajikanDalam QS An-Nahl 128, Alloh SWT berfirman, “Sungguh, Alloh beserta orang-orang yang bertaqwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan”.

Makna ayat diatas adalah kebersamaan Alloh SWT  dengan orang yang bertaqwa dan ihsan, yakni orang yang berbuat baik, berbakti kepada Alloh, seakan-akan Alloh melihatnya.

Ketika sahabat Muaz bin Jabal, diamanatkan rosul untuk mendakwahkan Islam ke Yaman, Rosul melihat sesuatu yang tidak berkenan dalam diri Muaz, sehingga rosul bertanya, kenapa engkau nampak berat menerima amanat ini?. Sahabat Muaz lantas menjawab, sesungguhnya aku tidak merasa berat kalau hanya menerima amanatmu ini ya rosul, namun yang berat bagiku adalah aku akan meninggalkan engkau. Selanjutnya rosul memberikan nasehat kepada Muaz sebagai berikut: (more…)

Keimanan dan Produktivitas

produktivitasAlloh SWT berfirman dalam QS At-Taubah 105, “Dan katakanlah, Bekerjalah kamu, maka Alloh akan melihat pekerjaanmu begitu juga Rosul-Nya dan orang-orang mukmin..”.

Makna dari ayat di atas adalah keimanan itu tidaklah cukup hanya dibuktikan oleh keyakinan saja, tetapi yang benar harus dibuktikan dengan amal (bekerja/produktivitas). Tiada keimanan tanpa amal perbuatan. Jadi keimanan itu bukanlah angan-angan belaka, tetapi merupakan sesuatu yang terpatri dalam hati dan dibuktikan dengan amal keseharian. Lebih lanjut lagi, Ayat sebelum QS At-Taubah 105 di atas membicarakan masalah taubat, dan tanda taubat yang benar harus dibuktikan dengan amal.

(more…)