Celupkan Jarimu Ke Air Lautan
Karya Taufiq Ismail, diambil dari Remembrance of Alloh
Bertanya seseorang pada junjungan kita
Wahai Rasulullah tercinta
Bandingkan dunia kini
Dengan akhirat nanti.
(more…)
Karya Taufiq Ismail, diambil dari Remembrance of Alloh
Bertanya seseorang pada junjungan kita
Wahai Rasulullah tercinta
Bandingkan dunia kini
Dengan akhirat nanti.
(more…)
Salah satu keutamaan bulan Romadhan yang diberikan Alloh SWT ialah dimudahkannya melaksanakan ibadah. Tidak sedikit orang di bulan romadhan menjadi lebih rajin ke mesjid, rajin membaca al-Quran, rajin bersedekah, dan lain-lain. Namun ternyata, kemudahan beribadah ini tidak semua orang mampu menjaganya, ia kembali ke perilaku semula (malas beribadah) setelah Romadhan usai. Kemampuan melaksanakan ibadah ini seharusnya tidak berhenti disini, melainkan harus tetap di jaga konsistensinya sampai akhir azal. Berikut beberapa kiat agar kita bisa menjada konsistensi beribadah:
Kita harus meyakini bahwa hidup di dunia ini hakekatnya adalah merantau, tidak ada sesuatu yang abadi di dalamnya. Karena kita sedang merantau, maka mau tak mau suatu saat kita akan pulang. Tempat yang permanen sudah disiapkan Alloh SWT di akhirat sana. Karena pulang adalah suatu kepastian, maka kita harus merindukan pulang dengan panggilan yang indah dari sang pencipta.
Dalam kita suci al-Qur’an, Alloh SWT menyatakan bahwa sesungguhnya umat islam diciptakan sebagai umat yang unggul. Sejak diturunkan ke muka bumi melalui perantara Nabi Muhammad saw, Islam tumbuh secara signifikan baik dari jumlah penganut maupun wilayah penyebarannya, bahkan mampu menjadi kekuatan dunia mengalahkan peradaban Persia dan Romawi saat itu.
Seiring jalannya waktu, peradaban Islam semakin hari semakin tenggelam dan dikalahkan golongan lain. Secara jujur kita bisa menyatakan, bahwa yang menguasai peradaban dunia saat ini ialah kaum yahudi. Tidak ada aspek kehidupan manusia di dunia ini yang tidak lepas dari kendali kaum yahudi.
Di antara pelajaran berharga yang bisa kita peroleh selama menjalani ibadah puasa romadhan adalah keikhlasan. Kita berpuasa menahan segala sesuatu yang dilarang Alloh, semata-mata karena Alloh SWT. Seandainya kita masuk ke sebuah kamar dan makan di dalamnya sendirian, niscaya tidak ada orang yang mengetahuinya. Namun hal ini tidak kita lakukan karena ada faktor ikhlas. Keikhlasan adalah modal yang sangat berharga, ia tidak boleh hilang dari diri kita bahkan ia harus dipelihara sampai azal menjemput kita. Karena hanya orang-orang yang ikhlas-lah yang akan mendapat predikat husnul khotimah di akhir hayatnya.
Apa sebenarnya urgensi ikhlas itu?