Tujuh Nilai Kebaikan untuk Membangun Kehidupan yang Harmonis
Islam sebagai ”sistem nilai universal dan hakiki” bagi seluruh umat manusia mengajarkan nilai-nilai kebaikan guna mewujudkan tata kehidupan yang harmonis antar sesama manusia. Mengacu pada salah satu sabda Nabi Muhammad saw, setidaknya ada 7 nilai kebaikan yang menjadi hak dan kewajiban antar sesama mukmin, yakni sebagai berikut:
Setiap orang tentu mendambakan keluarga sakinah. Saat teman atau keluarga kita menikah, biasanya kita mendo’akan agar menjadi keluarga sakinah. Lalu bagaimana agar kita bisa menggapai keluarga sakinah ??
Di antara nilai-nilai yang terkandung dalam QS Al-Fatihah, adalah Ihdzinashshiraatal Mustaqiim, “Tunjukilah aku ke jalan yang lurus (islam)”. Tentu kita bertanya, kenapa kita membutuhkan jalan yang lurus (islam), padahal kita sudah beragama islam?. Para ulama menjawab, bahwa kebutuhan terhadap jalan yang lurus (Islam) tidak sebatas saat memasuki islam, namun terus menerus selama kita menjalani kehidupan sebagaimana hukum Alloh berjalan. Jadi, petunjuk islam merupakan nikmat yang terbesar di dunia ini, sebagaimana digambarkan dalam ayat selanjutnya dalam QS Al-Fatihah, “Jalan yang kau berikan nikmat kepada mereka”. Mereka disini adalah para shiddiqin, syuhada, dan sholihin.
Islam sebagai agama yang menyeluruh dan universal memiliki sejumlah ajaran (values). Ajaran yang terkandung tidak hanya mengatur aktivitas ritual namun juga segala aktivitas manusia baik dalam tingkatan individu, keluarga, masyarakat, bahkan bernegara. Secara garis besar ajaran ini dikelompokkan ke dalam Aqidah (keyakinan), Syariat (Aturan), Akhlaq & Muamalah (perilaku / interaksi sosial). Dari keempat pilar ini, ajaran aqidah atau keyakinan haruslah menjadi prioritas utama yang harus diketahui dan diamalkan sebagai landasan mengamalkan ajaran lainnya.